Padang, Maestro Info—Tomi (35 tahun) salah seorang warga Komplek Desaku Menanti di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang yang selama ini menjadi lokasi Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Kasih Ibu tak pernah menyangka penyakit strok yang menyerangnya sekitar tujuh bulan lalu membuatnya tak lagi produktif sebagai kepala keluarga untuk menghidupi keluarganya.
Akibatnya, selama melakoni kehidupan bersama istri dan dua orang anaknya, pria berpenampilan tenang ini pun seolah melangkah dalam meraba yang maya, untuk berjuang mengukir nasib mengurai duka.
Walau pendakian hidup yang dilalui Tomi bersama isteri dan kedua orang anaknya terasa teramat tinggi tajam dan berliku, namun ia terlihat tabah menyusuri hidupnya dengan senyuman tulus yang mengalir dari jiwanya.
Di tengah keterbatasan fisik (lumpuh) dan tak mampu berbuat banyak seperti kepala keluarga lainnya, Tomi tetap tabah dan tak lupa menegadahkan tangan pada Allah Azza wa Jalla agar terbuka jalan baginya untuk bisa bergerak agak leluasa, sebab selama ini ia hanya berharap bantuan tenaga dari keluarga dan tongkat penyangga untuk bergerak ke mana-mana.
Ternyata rangkaian doanya itu dijabah oleh Allah Al Muhaimin (Yang Maha Mengatur). Penggalan kabar duka itu sempat terdengar oleh Kepala Dinas Sosial (Ka-Dinsos) Kota Padang Heriza Syafani, S.STP, M.PA. Pria kelahiran 16 Oktober 1982 bersama stafnya langsung bergerak menuju komplek yang dibangun Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk kaum duafa, terutama untuk gelandangan dan pengemis, yang pemakaiannya diresmikan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa pada tahun 2017 tersebut.
Selain menyambangi rumah Tomi di komplek yang berisikan sekitar 40 buah rumah tersebut, saat itu Heriza Syafani bersama staf juga menyinggahi beberapa rumah untuk menyapa dan saling berbagi tali asih berkah Ramadhan untuk warga dalam bentuk paket sembako.
Kepala Dinas Sosial Kota Padang Heriza Syafani saat bmenyerahkan sembako pada warga.
Kedatangan Heriza Syafani yang sebelumnya sempat menjabat Kepala Bidang Bina Desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Padang Pariaman ini ke komplek tersebut untuk maliekan hati nan suci sarato muko nan janiah dalam menunjukan empati terhadap warga serta memastikan tidak ada warga yang merasa sendiri dalam menghadapi kesulitan.
Sembari menyerahkan bantuan, Heriza saat itu tak lupa mengingatkan warga tentang pentingnya memelihara rasa syukur dalam setiap keadaan.
"Kita harus selalu bersyukur atas apa yang telah kita terima. Ramadhan adalah bulan untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kepedulian sosial. Mari kita jaga lingkungan kita agar tetap bersih dan nyaman, karena kebersihan adalah bagian dari iman," ujarnya.
Saat itu Heriza bersama staf langsung menyerahkan kursi roda untuk Tomi, yang diterimanya dengan penuh rasa syukur
"Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Dengan adanya kursi roda, saya bisa lebih mudah bergerak dan tidak terlalu bergantung pada keluarga untuk berpindah tempat. Terima kasih kepada Dinas Sosial dan semua pihak yang telah peduli," ungkapnya dengan suara bergetar lantaran menahan rasa haru. (Febriansyah Fahlevi)
0 Komentar